قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيْلَ فَاِنَّهٗ نَزَّلَهٗ عَلٰى قَلْبِكَ بِاِذْنِ اللّٰهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَّبُشْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ
qul man kāna ‘aduwwal lijibrīla fa'innahū nazzalahū ‘alā qalbika bi iżnillāhi muṣaddiqal limā baina yadaihi wa hudaw wa busyrā lil-mu'minīn(a).
Katakanlah (Muhammad), “Barangsiapa menjadi musuh Jibril, maka (ketahuilah) bahwa dialah yang telah menurunkan (Al-Qur'an) ke dalam hatimu dengan izin Allah, membenarkan apa (kitab-kitab) yang terdahulu, dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman.”
عَلَّمَهٗ شَدِيْدُ الْقُوٰىۙ
‘allamahū syadīdul-quwā.
yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat,
ذُوْ مِرَّةٍۗ فَاسْتَوٰىۙ
Żū mirrah(tin), fastawā.
yang mempunyai keteguhan; maka (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli (rupa yang bagus dan perkasa)
وَهُوَ بِالْاُفُقِ الْاَعْلٰىۗ
wa huwa bil-ufuqil-a‘lā.
Sedang dia berada di ufuk yang tinggi.
ثُمَّ دَنَا فَتَدَلّٰىۙ
Ṡumma danā fa tadallā.
Kemudian dia mendekat (pada Muhammad), lalu bertambah dekat,
فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ اَوْ اَدْنٰىۚ
fa kāna qāba qausaini au adnā.
sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat (lagi).
فَاَوْحٰىٓ اِلٰى عَبْدِهٖ مَآ اَوْحٰىۗ
fa auḥā ilā ‘abdihī mā auḥā.
Lalu disampaikannya wahyu kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah diwahyukan Allah.
اِنَّهٗ لَقَوْلُ رَسُوْلٍ كَرِيْمٍۙ
innahū laqaulu rasūlin karīm(in).
sesungguhnya (Al-Qur'an) itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril),
ذِيْ قُوَّةٍ عِنْدَ ذِى الْعَرْشِ مَكِيْنٍۙ
Żī quwwatin ‘inda żil-‘arsyi makīn(in).
yang memiliki kekuatan, memiliki kedudukan tinggi di sisi (Allah) yang memiliki ‘Arsy,
مُّطَاعٍ ثَمَّ اَمِيْنٍۗ
muṭā‘in ṡamma amīn(in).
yang di sana (di alam malaikat) ditaati dan dipercaya.